SHAKESPEARE-ME-NOT
SAJAK “A” GELISAH 6
1891
habis sudah kata kataku
benakku tumpul pula
melangkah satu satu
entah ke mana
apa yang terjadi padamu
bukan lagi menjadi perduliku
nalarku menolak
bathinku tak menerima
terkadang aku bermimpimu
dan tiba tiba aku rindu
kusangka aku sudah gila
syukurlah tidak
mondar mandir saja
entah apa yang berlaku
tak jelas
apa yang dikehendak
naluriku berkata
jangan kau bingkai lagi masa lalumu
tapi hatiku menjerit
kalbuku meronta ronta
garis wajahmu melintasi...
TENTANG PEREMPUAN-PEREMPUAN
Wanita adalah malam
Temanku berkata demikian
Tanpa bulan
Tanpa bintang
Wanita adalah kelam
Itu dulu, katanya lagi
Kini apa saja bisa terjadi
Selama ada mau
Maka ada jadi
…
Wanita adalah selimut
Wanita adalah lampu
Wanita adalah alas tidur
Wanita adalah bantal guling
Wanita adalah jongos
Wanita adalah susu
Wanita adalah mimpi
Wanita adalah tidur
…
Tanpa bulan
Tanpa bintang
Wanita adalah Kelam
Andri Mc.Lay
Bukittinggi,duapuluhempatmeisembilanempat
Read More →
SAJAK MAWAR 4
1891
Mawarku merah jambu
Kusirami dengan kasih
Kuletakkan dimana aku bisa menjaganya
Dari tikaman matahari
Dari lenaan angin
Suatu hari aku pergi
Mawarku kutinggal sendiri
Datang hujan
Lalu banjir
Mawarku hanyut jadinya
:Hilang sudah !
Andri Mc.Lay
Kampus,delapanbelasmeisembilanempat
Read More →
SAJAK MAWAR 2
SAJAK MAWAR 2
1891
Mawarku hilang sudah
Harapanku turut bersamanya
Membajak akal sehatku
dia,
Seperti si gila yang malang
Kuraungi malam-malam yang sendiri
Karena mawarku hilang pergi
diam-diam
Andri Mc.Lay
Upstairs,limabelasmeisembilanempat
Read More →
SAJAK MAWAR 1
SAJAK MAWAR 1
1891
Siapakah yang memetik mawarku
Harumnya hilang sudah
Dibawa angin utara
Jauh sekali
Melintas samudera
Meliku gunung
Menjejak lembah
: Siapakah yang memetik mawarku ?
Andri Mc. Lay
Upstairs,empatbelasmeisembilanempat
Read More →
HISTORIA 8
1891
dan akan terbanglah segala rasa
terbawa angin
jauh ke selatan
menyeberang samudra
undanglah aku
dan akan kujemput segala rasa
kalaulah aku burung
maka akan ku kejar matahari
kalaulah aku awan
maka akan ku tumpangi bayu
kalaulah aku biduk
maka akan ku intip ombak mecah
apa pun akan ku lakonkan
untuk memenuhi undanganmu itu
kalaupun akan cacat sayapku
tolonglah kembalikan segala rasaku
agar jangan cacat jiwaku
supaya aku bisa me-rasa-i lagi
seperti...
ALAM 5
di luar hujan
hujan saja
menggerutu
menggeratak
habis
musnah
luluh lantak
Hangat !
mana dia ?
bawa ia ke sini !
cepat !
aku mau mencelup ke dalamnya
aku mau berkeringat
akan ku pegang
sampai aku gelinjang
“pohon rebah
rumah rebah
tiang listrik rebah
gardu rebah
mobil rebah
motor rebah
sepeda rebah
jemuran rebah
rerumputan rebah
semua rebah
rebah tumpah ruah
tinggal remah
sendiri lah
matilah
habiskah ?”
Andri Mc.Lay
Upstairs,duabelasaprilsembilanempat
Read More →
SAJAK “A” GELISAH 5
pada telingaku yang sunyi
adalah penguasa kantuk
pada mataku yang gelap
adalah penguasa iba
pada dadaku yang terhimpit
adalah penguasa kehidupan
pada hatiku yang kemuning
adalah penguasa racun
pada tanganku yang tersimpan
adalah penguasa iri
pada perutku yang berontak
adalah penguasa kemelaratan
pada rambutku yang mengambang
adalah penguasa rendah diri
pada mulutku yang rapat
adalah penguasa caci maki
pada hidungku yng hambar
adalah penguasa hasrat
pada...
SAJAK “A” GELISAH 4
1891
Matilah aku
Karena sayapku telah patah
Jatuh
Lama. Lama sudah
Lama sekali
Matilah aku
Karena asaku hanyut entah kemana
Hilang
Biru. Biru sudah
Biru sekali
Kau lihat ?
Lihatlah itu
Telah datang malaikat maut
Bersama hembusan angin dingin
Beku tegang yang biru
Tak tahulah aku akan ke mana
Bersamanya nanti
Walaupun didampingi bidadari
Tak kan aku tertawa
Karena itu bukan bahagia
Bahagiaku adalah kau
Bidadariku adalah kau
Matilah aku
Tapi bangunkan...

